Archive for December, 2007

Launching Komunitas Blogger Malang

Monday, December 17th, 2007

Ditunggu kehadiran Teman-teman yang:

  • Penggelut dan Pencinta wanita Jurnalistik
  • Blogger yang asli Malang dan berdomisili di Malang
  • Blogger yang asli Malang dan saat ini TIDAK berdomisili di Malang
  • Blogger yang BUKAN asli Malang tapi sedang berdomisili di Malang
  • Blogger yang BUKAN asli Malang dan TIDAK sedang berdomisili di Malang, tapi cinta mati sama Malang
     

Untuk datang di acara Launching Komunitas Blogger yang Malang.

Ini nih banner buatannya mas Zam :

Blongafu5
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.O

Oia, peserta yang harus membayar TTM HTM spt di atas, akan mendapat CD tutorial ngeblog dari para SESEPUH blogger!! Sebanding deh dengan biaya HTM nya (iklan nih)

Sudah saatnya Friendster (yang suck!), Blogspot, Wordpress, Multiply, Blogsome,  .com mania dan lain-lainnya untuk berpayung bersama di sebuah komunitas, toh?

Tetap di blog Friendster atau pindah rumah?

Sunday, December 16th, 2007

Hari Sabtu kemarin (15 Desember 2007), saya ikut pertemuan PPKBM (Persiapan Pendirian Komunitas Blogger Malang - singkatan mekso.com versi Mas aLe) di kampus ABM (Akademi Bank Malang - atau STIE Malangkucecwara).

Sekarang saya BUKAN mau membahas acara pertemuan Sabtu itu, karena sudah dibahas di blognya Mas Sandi dan Mas aLe.

Tapi, yang mengganggu pikiran saya sampai saat ini, adalah ketika para Globber yang hadir (secara tidak sengaja) membicarakan masalah plug in dan feature yang ada di Blog masing-masing.

Kesimpulan saya, dari beberapa jenis situs penyedia blog yang ada, maka yang fitur + plug in-nya paling yahud adalah: Wordpress. Setelah itu diikuti situs lain seperti Blogspot dan lainnya……

Lha, terus blog di Friendster?

Aduuh….permisi aja deh.
Kayaknya fitur blog di Friendster ada di urutan juru kunci. Yah, secara emang Frienster bukan berspesialisasi pada Blog, melainkan pada Komunitas. Jadi juga enggak bisa disalahkan.

Tapi khan, seharusnya Friendster bisa lebih terbuka dengan komunitas lain, sehingga juga bisa sebagai sarana promosi komunitasnya. Khususnya di fitur comment yang saat ini hanya dibatasi available untuk sesama member friendster, dan juga kemudahan dalam memasang plug-in2 keren seperti di beberapa Situs Blog lain.

Ah, nasib aja deh bagi pengguna blog Friendster seperti saya ini.
Memang blog saya di Friendster ini adalah blog pertama saya. Waktu itu emang awalnya coba-coba aja setelah registrasi di Friendster, yang akhirnya jadi keterusan sampe sekarang. Tapi kalau mau terus bertahan kok malah jadi seperti pengguna mesin tik di era digital. (maksudnya: KETINGGALAN ZAMAN!)

Memang sih sekarang saya juga punya blog di blogspot, tapi blog yang namanya vectorize-me itu rencananya untuk blog komersial, bukan blog pribadi seperti di Friendster ini. Jadi enggak mungkin untuk mencurahkan kisah-kisah manja saya di blog itu khan? :)

Hmm….
Hmm…
Hmmmmm…

Apa pindah Blog aja yah?

Susu Kambing Pertamaku

Sunday, December 16th, 2007

Goatphoto

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Katanya sih, susu kambing organik bagus banget buat kesehatan. Selain bergizi tinggi, juga tidak memicu alergi susu bagi peminumnya

Kebetulan tiga hari yang lalu, saya dan Mitra mampir ke Kampung Arab (Kauman, Malang) untuk membeli kue Samboza (kue khas Timur Tengah nih) pesenan Pak Toton. Nah, di Kampung Arab ada Restoran Cairo yang ternyata menjual Susu Kuda Liar Kambing Etawa.

Karena belum pernah mencoba, saya dan Mitra memutuskan untuk memesan Susu Kambing Etawa ini. Ditemani sepotong kue Maryam (ini juga gadis kue khas Timur Tengah), Susu Kambing Etawa pun tersaji dan siap diminum.

"Slruuuuuuup…."

"Slruuuuuuup…."

"Slruuuuuuup…."

"Slruuuuuuup…."

(dst sampai segelas besar susu kambing etawa habis)

Hmm….pasti teman-teman yang belum pernah minum susu kambing akan bertanya:

"Gimana sih, rasanya?"

Simple explanation nya sebagai berikut:
Bayangkan saja kamu minum segelas susu sapi murni. Yap, rasanya hampir mirip aja. Tetapi, lokasi kamu minum adalah di sebelah kandang ratusan kambing!!!

Nah, kebayang khan, betapa saya dan mitra menahan rasa mau muntah?

Teka teki:
1. Kenapa kambing bau sekali?
Jawab: karena kambing tidak pernah mandi
2. Kenapa kambing tidak pernah mandi?
Jawab: karena harganya sudah mahal, jadi tidak usah mandi….JAYUUUUSS….

Btw, met IDUL ADHA ya…..
Saya harap, ketika teman-teman memakan daging kambing kurban nanti…ingatlah kisah "Susu Kambing Pertamaku" ini. Hehe….

Gambar diambil dari: http://www.dancinggoat.co.uk/images/GoatPhoto.jpg

Sebelum Dikutil TETANGGA

Thursday, December 13th, 2007

Img1_3

SURAT KEPUTUSAN
No. 001/12/07

MENGINGAT:


1. Pulau Sipadan dan Ligitan;

2. Tari Barong;

3. Kesenian Reog;

4. Lagu Rasa Sayange;

5. Alat musik Angklung;

6. Kesenian Batik
7. Artis Kris Dayanti (hah?);

8. Artis Bunga Citra Lestari (hah? apalagi?).

MENIMBANG:


1. Usaha seseorang atau sebagian orang yang berusaha (atau memiliki sifat) mengaku-aku;

2. Bahwa dalam hidup ini prinsipnya adalah ’siapa cepat dia dapat’;

3. Nama ‘Budi’ adalah sangat keren, sangat digemari, dan asli Indonesia (walau gak ada penelitian khusus ttg ini).

MEMUTUSKAN:


1. Bahwa nama ‘Budi’ adalah hak pribadi saya saja;

2. Jika ada nama ‘Budi-Budi’ yang lain, maka lihat ayat di atas (ayat 1 –> Bahwa nama ‘Budi’ adalah hak pribadi saya saja);

3. Karena itu, semua nama ‘Budi-Budi’ yang lain adalah berarti contekan, jiplakan, plagiat, sok ngaku-aku, atau bahkan pembajakan.

TAMBAHAN:


1. Keputusan ini berlaku mutlak dan tidak dapat digugat cerai;

2. Segala perubahan dan revisi berkenaan dengan Keputusan ini bisa saja terjadi kapan saja terserah saya.

Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan,

Indonesia, 10 Desember 2007

ttd,

Budi Satu Satunya

(BUDIā„¢)

Tembusan:

1. Pejabat Catatan Sipil Republik Indonesia

2. Pejabat Catatan Sipil Negeri Tetangga Sebelah Utara dan agak Ke Barat 

Lalu, Mengapa Saya Harus Berkumis?

Thursday, December 13th, 2007

Terbang (atau terbuang?) ke tanah Papua, pasti
memberikan kesan yang mendalam. Dari kesan menyenangkan, sampai kesan yang tak
terperikan, bisa didapat di sana.

 

Termasuk pengalaman pertama saya memanjangkan kumis hingga kurang lebih satu
bulan. Bukan karena supaya mirip kucing Zorro atau
kehabisan pisau cukur, tapi saya memanjangkan kumis untuk alasan supaya terlihat
lebih ganjen TUA, karena saya harus mempresentasikan
hasil studi di Kantor Bupati Sarmi.

 

Nah, kok harus terlihat Tua?? Sebab seperti diutarakan Pak Anam (wakil
direktur  Konsultan), dan Nungki (wakil direktur preman di Sarmi, hehe),
bahwa di Kabupaten Sarmi, masih berlaku istilah:

 

"YANG MUDA YANG ENGGAK DIPERCAYA"

 

Nah loh, ternyata enggak cuman ada di iklan rokok (suer, saya gak ngerti
hubungannya istilah ini sama ROKOK). Istilah ‘yang muda yang enggak dipercaya’,
ternyata dapat ditemui di Kabupaten Sarmi.

 

Alhasil, demi kewibawaan (huek huek), maka saya
putuskan untuk memelihara kumis demi suksesnya presentasi. Hasilnya?

Lihat nih foto saya dan Pak Bupati yang bagai sohib kental ^_^

Img1_2

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.ki-ka: pak bupati, saya, toton, dan nungki

Disclaimer:
Kasus di mana saya mengandalkan kumis demi suksesnya
presentasi ini tidak bisa 
dijadikan acuan bahwa presentasi dengan kumis akan
selalu membawa sukses
. Terlebih lagi jika presenter ternyata adalah w a n i t a
. Maaf deh…

Selain itu, anggapan bahwa di Sarmi masih berlaku istilah "yang muda yang enggak dipercaya" bisa jadi tidak nyata dan hanya persangkaan kami saja.

 

amazin’ PAPUA

Tuesday, December 11th, 2007

Laporan perjalanan ^_^ …

Amazing_papua2

MENGAPA PRIA BERKUMIS JARANG TERSENYUM??

Sunday, December 9th, 2007

"Tak baik memang menuduh sebelum membuktikan sendiri"

 

Selama ini, saya selalu heran mengapa para SATPAM (Satuan
Pengamanan) yang berkumis, jarang tersenyum,
sehingga terlihat lebih S E
R A M ?

Yah sebenarnya, enggak cuma Satpam sih. dosen saya juga ada yang berkumis.
dan jarang tersenyum.

(atau di antara para pembaca, juga ada yang berkumis? Pasti jarang kentut tersenyum :P.

 

Lalu, dengan semena-mena, saya tuduh mereka (para pria berkumis) adalah para
agen muka suram dan seram yang memiliki misi untuk menghilangkan tawa canda
ceria dari muka bumi
. Huh!

 

Sampai akhirnya beberapa waktu yang lalu, saya Tahu sebabnya MENGAPA PRIA BERKUMIS JARANG TERSENYUM!

 

Mau tau jawabannya? cek di sini:

Img1_1

<< toton, saya, dan nungki lagi berpose di kantor bupati
sarmi

 

Lihat PRIA BERKUMIS yang memaksa tersenyum pada foto
di atas??? itulah S A Y A   dengan KUMIS BARU yang ‘ehm
(umur kumis=sekitar 1 bulan).

Sewajarnya foto model saya saat di foto, seharusnya
saya memasang muka keren yg dihiasai senyum manis. Tapi, kali ini saya
MENYERAH!

Karena dengan adanya kumis yg bertengger di atas bibir saya yang seksi, maka berlaku rumus ini:

SENYUM = SANGAT GELI

SANGAT GELI = TIDAK BISA SENYUM WAJAR

Jadi kalau dipaksa senyum hasilnya muka malah terlihat lucu. (kata mitra sih, jadi seperti
Oom-oom Mesum…Halah!).

Yah, daripada jadi bermuka lucu (atau malah Mesum), mending pasang muka
garing aja deh. Atau bahkan pasang muka mesem dan cenderung SERAM.

"Aauummm…"
(suara macan)

 

Ah, pantesan Pak Satpam berkumis jarang tersenyum.

Pasti karena mereka enggak tahan gelinya. Atau karena mereka enggak mau
dibilang bermuka badut (lucu) atau bakan hidung belang (mesum).

So, bagi para pembaca yang berkumis, silahkan ngaca dan cobalah untuk
tersenyum. Lalu, temukanlah diri Anda yang bertampang LUCU — atau bahkan
MESUM!

Selamat ngaca…. ^_^

 

NB: Berhubung kegelian yang tidak bisa ditolerir lagi (plus
hinaan dari teman2), maka saat ini saya sudah memotong kumis saya. Mohon maaf
Pak Satpam (dan Pak Dosen), karena saya sekarang bukanlah bagian dari kalian
lagi………………………*kabuuuur………..