Archive for July, 2006

tidak perlu judul (sungguh!)

Saturday, July 29th, 2006

Bahkan sebelum aku
terbangun

Engkau telah
terbang bersama angin

 

Lenyap bersama
semua mimpi dan bintang-bintang…

(bu, budi tau budi bukan anak berbakti. tapi meninggalkan budi sendiri, apa budi bisa?)

09:33 30/07/06 -setlah ini langsung ke jogja

gudang file (lagi)

Friday, July 28th, 2006

lagi-lagi,
karena iseng buka2 file-file lama di komputer, saya menemukan lagi beberapa
tulisan kuno dan antik buatan sendiri. setelah dilihat, dibaca, dipikir, disenyumin ^_^ akhirnya diputuskan untuk mempublish di blog. yah, itung2 promosi lah. nanti kalo emang ada yang muji yah syukur… kalo ga ada yang muji ya.. seperti biasa … PUJI DIRI SENDIRI AZZA…. (hidup narsis!!)

- KALILAH -

kalilah,
bagaimana kabarmu cinta?

masihkah matamu terpejam saat ini
karena aku akan membangunkanmu dengan bisikan
sebelum kita melintasi savana berlangit teduh
dengan kepak sayap kita

[malang, 19 desember 2005 (06:58)]

- (tanpa judul) -

Dan saat aku
terbangun

Engkau telah
terbang bersama angin

 

Lenyap bersama
semua mimpi dan bintang-bintang

[malang, september 2003]

-SURAT UNTUK EMBUN DI UJUNG DAUN (LAGI???)-
yg mau liat versi lainnya klik di sini –> (versi lain)


Bagaimana
kabarmu, Embun di Ujung Daun?

Telah jauhkah
berlarimu

Dalam pekat debu
yang tertinggal

Dalam gelap mimpi
yang tak terjawab

 

Bagaimana kabar
bintang-bintang di langit kita?

Masihkah tetap
indah di sana

Menerangi jiwa
yang tak pernah diam, kita yang selalu menatap, tangis yang belum berakhir

Dan setia
menuntun hati yang beranjak pergi

 

Setelah perih

Setelah pedih

Di pucuk kata
lalu kusemai luka

Sehingga harus
diam melepasmu pergi

 

Telah jauhkah?

Atau lelahkah?

Jika lara
terlabur sudah

Biarkan aku
menjemputmu

 
[September 2003]

- PANANIH -

Mereka
menyebutnya pananih, si hati sedih.

Ia berjalan
dengan menundukkan kepala, menutupi wajahnya dengan rambutnya yang hitam tak
beraturan. Lurus, kira-kira sepundak. Wajahnya tertekuk dalam. Matanya selalu
melihat ke bawah, tak pernah menatapmu. Seperti mencari sesuatu yang hilang.

 

Pananih selalu
sedih, datang dengan tertatih dari sudut lorong-lorong yang hitam. Tubuhnya
yang kurus terasa membebani langkah Pananih. Ia tak pernah menatapmu, seperti
takut kenghadapi kenyataan.

 

Pananih yang selalu
sedih, tak pernah mengharap langit, karena ia jauh terusir dari sana. Seperti
ia pun ditolak bumi. Tak punya harapan, tak memiliki kawan. Pananih tak berani
memandang dirinya sendiri, yang tak lebih dari kisah kematian usang.

 

Pananih, si hati
sedih selalu datang kepada siapa saja yang selalu sedih…

[malang, 12 mei 2004]

- PERTAMA -

Betapa aku takkan
lupa

Embun pertama
yang engkau perkenalkan

Di bawah mentari
malu-malu bulan Juni

 

-kenshin: to mama
sanchai-


[10/06/2004]
puisi di atas aku bikin waktu Sanchai (nama kucing betina) ngelahirin Kenshin (tentunya kucing juga). sampai sekarang, Sanchai masih hidup, tapi Kenshin gak smpai 6 bulan sejak kelahirannya, hilang ga tau kemana T_T

Yup. that’s all. oia, aku punya kebiasaan untuk menuliskan tanggal pas aku nulis atau gambar sesuatu. ternyata, ada asyiknya juga, pas udah lama banget dan aku baca lagi. seakan-akan semua cerita yang dulu terjadi pas aku bikin tulisan/gambar itu terlintas lagi… oh, memories.. :p
kalo ga percaya, coba aja ^_^

met nyoba…

New issues of the last guardians

Thursday, July 27th, 2006

Malang yang cantik bisa jadi alasan kenapa beberapa manusia rantau tetap bertahan di kota dingin ini. Yah, selain alasan lain semisal masih ga bisa pisah dgn pacar, kuliah lagi, belum lulus, belum dapat kerjaan, atau karena emang kurang kerjaan ^_^. pokoknya, adalah beberapa orang angkatan 2000 yang terus bertahan di malang, dan saya memberinya nama :

… teng-teng… The Last Guardians !!… (haiyah!! nama yang aneh!)

mengenai the last guardians ini, banyak hal yang dilakukan sampai-sampai saya males nyeritain semuanya (maklum, saya tipe penulis yang tertutup). he he

tapi ada satu fenomena yang tidak bisa diabaikan oleh para penggemar the last guardians (heh, emang ada??).
yaitu..
fenomena ARGO!

aah…pasti kalian yang di luar malang ga ngerti apa itu fenomena Argo ??
jangan khawatir, karena itulah saya ada dan menulis blog ngawur ini
.

kita bahas definisinya;
ARGO adalah sebuah akronim dari kata Arek Golek (indonesianya: anak yang mencari)

lho??

karena itu akronim Argo selalu diberi tambahan lain. contohnya adalah istilah yang sudah biasa di Malang yaitu Argobel (arek golek beling) atau bahasa indonesianya Pemulung. karena emang pemulung sukanya nyari beling (barang pecah belah)

nah, ini nih intinya.

TAHUKAH KALIAN, WAHAI TEMAN2 2000 DI LUAR MALANG? Bahwa di kalangan The Last Guardians (anak2 2000 yg tetap bertahan di malang), telah menjamur virus ARGO+++ 
di mana virus ini kemudian memiliki varian
ARGOTAS, ARGOTOL, ARGOLAH, ARGOYEK, ARGORANG dan berbagai varian lain yang diperkirakan akan terus berkembaangg..

ARGOTAS sendiri artinya arek golek kertas, yaitu mereka yang pada nyari2 kertas bekas buat dijual kiloan
ARGOTOL artinya arek golek botol, yaitu mereka yang nyari2 botol buat (lagi2) dijual
ARGOLAH artinya arek golek majalah, yaitu mereka yang nyari2 majalah buat (lagi2) dijual
ARGOYEK artinya arek golek proyek, yaitu mereka yang nyari2 proyek buat tambahan bayar kost dan ngopi di bubble
ARGORANG artinya arek golek orang, yaitu mereka yang nyari2 orang buat … he he ^_^

intinya, semua soal uang untuk bertahan hidup dan melanjutkan generasi kejayaan 2000 di kota malang tercinta!!! tanpa pamrih dan mengabaikan harga diri…para the last guardians terus berjuaangg…akhh….akhhhh…

hidup The Last Guardians!!!!

oia, sebenarnya untuk para ARGOTAS dan ARGOTOL, mereka layak dapat kalpataru karena termasuk pejuang2 lingkungan yang mempermudah proses daur ulang. jadi,mungkin aja termasuk pahlawan2 lingkungan seperti disebut di blog-nya  SepuluhPangkatEnam <– klik aja  .
(mungkin…)

"it’s must gonna be harder than b4. but we will survive.. and we still survive…" (theme song The Last Guardians")

apa apaan seeeh

Saturday, July 22nd, 2006

hidup itu seperti kejam ya?

lha,kok?

bgini:
setelah sampai berlumut dan berjamur, akhirnya aku buka frenster lagi. baca2 blog teman, n baca lagi blog sendiri.
aku sempat tertegun baca salah satu judul blog ku "sisi vs pembulatan". yaitu kisah tentang Sisi (sartini) yang melawan ketidakadilan versi caranya sendiri. yang aku tulis setelah ga sengaja punya kesempatan jalan dg dia.

man, gimana aku tulis blog itu, aku masih inget banget.
kayaknya baru beberapa hari yang lalu. dan ternyata, sekarang…

hidup seperti mempermainkan kita (?)

entah bagaimana akhirnya aku berusaha mengerti bahwa semua ini memang sudah seharusnya, tetap aja seakan-akan kita hidup untuk ketidakadaan

"aku bagai debu di padang pasir…" (dani ahmad)

ah..
sudahlah. terlalu tidak adil juga kalo aku cuma mengadili hidup lewat kesedihan. toh, terlalu banyak hal membahagiakan lainnya yang bahkan gak bisa aku sebutin saking banyaknya.
(kuncup bunga yg esok mekar, dingin di kulit, warna biru di langit kita, oksigen hirup gratis dengan volume unlimited, dll…dll…)

semua ini pasti untuk membuat kita menjadi lebih mengerti dan mengerti
.

keep movin and SEMANGAT!SEMANGAT!
.

(Tuhan mendidik kita lewat cara-cara terbaik dalam bahasaNya yang kita sering enggak tahu apa itu, tapi sungguh, kita fahami. dan sekolah tempat kita dididik itulah yang namanya ‘kehidupan’.
salute for u, God. for the best curriculum of live)

nb:

To yang gak kenal sartini (sisi): sartini (sisi) adalah teman kami, yang saat ini sedang berjuang melalui ujian hidupnya yang berjudul ‘tumor’.

To sisi: saree, Dia cuma ngasih ujian sesulit ini untuk orang2 yang emang qualified. dan aku selalu yakin kamu pasti bisa melalui ini semua. sukses dan dapatkan rewardmu ya saree. amiin.

To Tuhan: pliss…karena ini emang ujianMu..tolong kasih sartini contekan atau cheat atau clue atau apalah itu.
kebesaranMu tidak akan terkurangi oleh kekecilan kami. kesucianMu tidak akan terkotori oleh kesalahan kami. karena Engkaulah Penguasa dan Pengatur. Engkaulah Pemberi Rahmat dan Penyayang.
amin.

heh

Saturday, July 22nd, 2006

heh,
terlalu banyak khan?
.
yang telah kita campur dalam secangkir kopi-hidup kita
.
entah akhirnya berasa tawar, manis, pahit, asin, atau apalah!
.
seperti kita masukkan tawa, tangis, rindu, benci, kagum, lupa, atau apalah!
.
dan pagi ini (seperti pagi-pagi yang lain)
kita menyeruput kopi-hidup kita dalam sebuah ingatan ditemani music mp3 berjudul ‘tembang kenangan’
.
lalu kita menikmati
.
dan terpejam
.
.
.
(tuhan, terima kasih)