Archive for August, 2005

kampoeng kajoe tangan

Sunday, August 7th, 2005

jumat, 05 agustus 2005

abis jumatan:

ke lantai III, bantu2 pelatihan dosen

17.00:

di kost shaleh, nungguin jemputan jaky, mau ke rumahnya

18.00:

di kost shaleh, nungguin jemputan jaky, mau ke rumahnya (menunggu memang membosankan…)

19.00:

jaky datang, ternyata kami miss comunication. aku nunggu dia 2 jam, dia gak ngerasa ditunggu … (ah, sms… berapa kali kamu sudah membuatku salah komunikasi?)

di rumah jaky:

sampe, matur sama ibu, ditanyain, "sudah makan, belum?"

jawabku, "iya…" nah, ini jawaban diplomatis, karena sebenarnya ak belum makan, tapi rada sungkan ^_^ .mosok setiap dateng kok pas jam2 makan? ah, rumah jaky emang ibarat rumah singgah bagi sebagian cowok2 planocenk yg ngekost di malang … he … aku salah satunya!

nyalain komputer, ngobrol sbntar, ngajak jaky jalan2 ke kampung2 di skitar kayu tangan.

deal! dia mau. trus, kami rencana ngajak qrewul. ternyata dia, aris, dkk., sedang di Mc.D ramayana. ya udah, ak n jaky jalan duluan. nanti qre mo nyusul aja. ngajak pipit juga, tapi dia lagi enak makan empe’2, so ga bisa diganggu ^_^.

di kampung kayu tangan (kajoe tangan):

wah, bagi aku, kampoeng kajoe tangan termasuk salah satu tempat ter-eksotis di kota malang. tempatnya tepat di jantung kota malang, tapi suasana ‘kampung’nya bener2 kerasa. ada interaksi sosial khas gemeinschaaft (bener ga tulisannya?) di sana.

jadi, rute jalan kaki malem2 kali ini adalah membelah perkampungan kayu tangan, diawali dari jalan buring sampe tembus talun.

wow..wow….

dgn ditemani udara dingin, kami berjalan melewati rumah2 penduduk yg rapat, namun rapi. beberapa masih terdapat rumah dengan arsitektur khas zaman kolonial yg masih terjaga. yg paling asyik pas menyisir kali (sungai kecil) yg membelah kampung ini.

b.a.g.u.s  banget!

penataan tapaknya emang jempolan! sungai yg seringkali jadi ikon kekumuhan, bisa ditata jadi potensi ke-eksotisan kawasan. gila! mungkin kaya’2 di luar negeri (ah, padahal ga pernah ke luar negeri ^_^).

tapi emang beeeda banget dengan yg lain. setiap lewat sini, ak mesti inget samarinda yg punya banyak sungai, dan kota venice di italy. kampung ini, walaupun massa terbangunnya relatif tinggi n padat khas perkotaan, tapi suasananya terasa lapang, dan tenang. rumah2 pada menghadap ke sungai dan sesekali bisa ditemui jembatan yg melintasi sungai. ak n jaky smpet ngobrolin kemungkin dikasih sampan atawa gandola. ha ha ha.. bodoh banget! trus, sungainya relatif bersih dari sampah. yah, mungkin karena arusnya memang deras. di beberapa sisi, bisa ditemui anak tangga menuju ke sungai. sepertinya dulu untuk cuci2 kaki atau buang hajat! ^_^

selama penyusuran kami (ce ile…) ketemu dgn bbrp warga yg sedang ngobrol di teras rumah, atau di bangku2 panjang untuk sekadar ngegosip atau main catur. asyiknya lagi, ketemu dengan penjual putu (makanan dari singkong+gula jawa+parutan kelapa). akhirnya kita beli sepuluh, yg satunya Rp 300,00. jaky yg bayar ^_^. kami  minta dibungkus aja. setelah itu melanjutkan perjalanan. dekat lagi sampe di jalan raya (keluar kampung).

akhirnya perjalanan menembus kampoeng kajoe tangan selesai sudah. dengan ‘oleh2′ sebungkus putu, kami keluar di gang dekat prima net. di sana masih mau nunggu qrewul. yah, daripada ngentang gak jelas, akhirnya ak ngajak jaky nunggu sambil makan putu. di mana?

di median jalan! (di tengah jalan) Basuki Rahmat. hi… seru deh!

duduk di median jalan, buka bungkus putu, kita makan dengan tanpa dosa. beberapa kali terpaksa ngangkat kaki supaya ga diserempet kendaraan bemotor. untung ga dipisuhi (disumpahi) ^_^. qre akhirnya datang, dia bareng dg aris naik motornya yg sudah lebih manusiawi (habis masuk salon loh..ya motornya, ya orangnya …). mereka ikutan gabung makan di tengah jalan.

dgn alasan keamanan, kami akhirnya ke trotoar melanjutkan ngobrol santai plus sedikit gojoklan gaya bujangers. perutku yg belum diisi mulai demonstrasi. gruuuk…

ye, akhirnya makan di warung yg ada deket situ. yg beli lumayan rame. ak emang sejak dulu pengen k situ. tapi, ak lupa nama warungnya apa (maap..). ak n jaky pesen sate komoh (bukan daging komodo, tapi daging sapi!). qre n aris cuman minum (plus liat2 sih ^_^). wah, ternyata rasanya tidak seperti yg dibayangkan. enak sih emang, tapi tidak seperti interpretasi awal sebelum masuk ke sana yg punya pengunjung banyak. akhirnya kami berempat membuat kesimpulan bahwa yg menyebabkan warung tsb rame, selain karena punya kharakteristik khas (ditata spt warung, bukan kafe, padahl ada di pusat kota), juga disebabkan oleh si ‘lorek hijau-hitam’. siapakah dia? tidak lain adalah mbak pelayan warung yg emang "ehm". he… (dasar bujangers!).

kelar maem, kami berpisah. ak n jaky pulang jalan kaki, qre n aris rupanya melanjutkan makan ceker di depan alfa (wah, emang enak cekernya!).

untuk rute pulang, ak n jaky ambil jalur trotoar aja. dari kayu tangan, lewat di drive thru -nya Mc D kayu tangan (sumpah, lewat driv thru jalan kaki dan ga pake beli, ternyata emang bikin malu!), tembus daerah bromo dan akhirnya sampe d rumah jaky.

yah, begitulah ceritanya. sampe di rumah jaky sekitar jam 23 an. karena capek, niat awal yg pingin bantuin jaky ngedit foto akhirnya diabaikan. segeralah ke alam mimpi….

bye…

(Tuhan, terima kasih atas jaky yg baik hati dan kota malang yg cantik…)

agustus dinginnnnn

Friday, August 5th, 2005

hari2 belakangan ini, kota malang jadi asik banget. yah, seperti tahun2 sebelumnya, sekitar bulan agustus, kota malang dan sekitarnya jadi diiinggiiiiin banget. ada angin kering dingin yang rutin lewat di kota ini.enggak lama lagi rumput2 bakalan jadi kering karena kedinginan. kulitku bakal kering, dan bibir pecah2 (aduh!)

itu deh asiknya malang. seakan-akan kembali ke 20 tahunan dulu waktu malang memang masih dingin2nya. hawa dingin ini juga yang dulu nyambut aku waktu pertama kali ke malang sebagai MABA (mahasiswa baru) sekitar juli 2000.jadi pas itu mandinya pasti jam 9-10 pagi. sorenya?enggak!

yang jadi masalah pas ikut OSPEK. waktu itu jam 5 pagi sudah harus ngmpul di kampus. jadi dengan sangat terpaksa, saya mandi jam 4 pagi!!!

waktu maba dulu, ada tiga hal yg bener2 berkesan bagi aku. yaitu: hawa dingin, album bintang 5-nya dewa, dan mie instant. masing2 sering bikin aku nginget lagi memory pas maba (aduhai…)

tetapi kemudian kalo mikirin nasib kota malang dan sekitarnya yg lama kelamaan makin panas, ak jd rada sedih. bisa gak ya, adik2 maba tahun 2015 nanti sempet merasakan dinginnya kota malang di bulan agustus?wah, apalagi dalam waktu yang cuma 5 tahun di malang 2000-2005, perubahan suhunya sudah kerasa banget. dulu itu dinginnya diawali bulan juli, sekarang agustus baru dingin.enggak tahu 10 tahun mendatang deh. kalo emang warga n pemerintah kota malang ngerasa hawa dingin merupakan asset bagi kota, mestinya sudah sejak dulu2 ada usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan. mungkin caranya dengan penghijauan, perlindungan ruang terbka hijau, pembatasan kendaraan bermotor, ato bahkan pembatasan imigrasi (bisa gak ya?). wah, tp kalo diliat-liat, sepertinya memang peningkatan suhu d kota malang ga bakal bisa dihentikan.

jadi, sekarang, ak cuma bisa menghirup nafas dalam-dalam, merasakan dinginnya kota malang yg mungkin ga akan kutemui lagi 10 tahun mendatang!

"mmhhhhhh…. (menghirup udara) dinginnya…."

Sisi Vs Pembulatan

Friday, August 5th, 2005

pernah mempermasalahkan pembulatan?

sperti klo kita nelpon di wartel. misal satu pulsanya Rp 275. trus sama yg punya wartel dibuletin jadi Rp 300. juga klo kita belanja di swalayan dan ada kembalian Rp 50 ato Rp 100, oleh yg jaga kasir diganti dengan permen yg tentunya harga sebenarnya kurang dari Rp 50 ato Rp 100 tadi. dan lain-lain kasus.

yg begini ini, kalo cuma 1-2 orang aja yg mengalami, pasti ga terlalu dianggap. tp lain kalo yang mengalami kemudian orang banyak. misal saja dalam satu hari, di wartel itu yang nelpon ada 50 orang, jd si pemilik wartel dapat keuntungan 50xpembulatannya. itu belum di swalayan, toserba, supermarket yg sampe ratusan-ribuan pengunjungnya. jadi untuk pembulatan aja, udah menghasilkan keuntungan sendiri. kemudian itu dilakukan berhar-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, dst….

gmana? kamu merasa terganggu dengan cara menarik keuntungan melalui pembulatan? atau malah sepakat?

tapi yg jelas, aku punya teman yg namanya Sisi (bukan nama sebenarnya ^_^ ), yg merasa ga adil dengan cara2 spt itu. lalu, perjuangannya untuk menghapuskan kejahatan halus ini pun dimulai!!

sewaktu pulang ke sulawesi, dia memerlukan suatu barang dan memutuskan untuk belanja di salah satu swalayan (nama toko dirahasiakan). saat membayar, sama si kasir (yg malang), si Sisi dikasih kembalian berupa permen. nah! kena deh.

tentu aja si Sisi menolak. sempet adu argumen segala, plus pake alasan klo emang uang bisa diganti permen, maka suatu saat dia mau belanja di situ bisa pake permen juga sebagai pengganti uang ^_^ . walhasil, si Sisi pun mendapatkan uang kembalian dalam bentuk uang sungguhan - bukan permen. adik si Sisi yg nunggu di luar swalayan cuma bisa geleng2 kepala …

hari itu Sisi menang besar deh. tapi untuk kemudian, klo butuh barang2 untuk dibeli, Sisi harus mencari swalayan yg lain. karena ternyata dia jadi sungkan sama yg jaga kasir! ^_^

ga cukup di situ.

swaktu di malang ada kenaikan ongkos angkutan kota (angkot) jadi Rp 1300 (juli 2005), seringkali klo membayar dengan uang Rp 1500, tidak dikasih kembalian. jadi, klo diitung2, supir angkot bisa dapat untung yg lumayan. sebenarnya ini kebiasaan buruk. dulu juga waktu naik ke Rp 850 (seingatku sekitar thn 2001), klo bayar pake uang Rp 1000, juga ga dikasih kembalian.

kali ini si Sisi ga tinggal diam. segera aja dia melaksanakan tugas suci menentang pembodohan terselubung. karena sebenarnya ini tidak hanya merugikan penumpang, tp juga supir angkot sendiri. melanggar aturan loh! dan hal ini juga terjadi tidak hanya karena ulah supir angkot sendiri, tetapi juga karena penumpang yg dirugikan tidak mau protes, ato enggak mengambil tindakan lain.

si Sisi pake strategi untuk selalu mengusahakan membayar dengan uang pas. jdi menghindari masalah dengan supir angkot. tetapi jika dia ga bawa uang pas, bisa dipastikan dia akan nunggu uang kembaliannya diberikan. biasalah, dengan tatapan mata yg galak2 gitu. bahkan sepertinya para supir angkot sudah hapal dengan si Sisi. karena menurut pengakuannya, walau dia membawa uang Rp 1500, ga usah diomongin lagi, supir angkot langsung memberi kembalian Rp 200. hebat…^_^

tetapi, teman2ku sekalian. kalian jangan terlalu memuji sifat si Sisi. karena sebernarnya si Sisi juga nakalan. gimana enggak? dia maunya supir angkot adil sama dia. tp ternyata…ternyata… si Sisi memanfaatkan kebaikan hati para supir angkot untuk kepentingan pribadi!!

tercatat sudah dua kali si Sisi naik angkot ga bayar. yang pertama, alasannya karena dia lupa bayar sebab waktu mo turun angkot ditelpon temennya (nah lho!). yang kedua, ga bayar karena dia lupa bawa uang (nah lho juga). tetapi tentu saja itu cuma alasan saja, saudara-saudara. si Sisi emang anak yang nakal .. ^_^ (piss Sisi). dan bagaimana dengan supir angkotnya? mereka ga protes, ato mempermasalahkan hal ini. gak adil banget khan? jd pesenku : Sisi, bertobatlah … ha ha ha

ya, begitulah cerita tentang Sisi Vs Pembulatan. Lalu, jika harus memilih mendukung salah satu, siapa yang Anda dukung?

tnx!

(nb: Sisi, kapan jalan2 lagi nih?siapa tau nemu yoyo di jalan ^_^)

perih

Wednesday, August 3rd, 2005

sedih itu

di sini

(di hati)

bukan mulutku yang tersenyum